Kurikulum, KTSP, Studi Banding & IHT
6 Januari 2007
Kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu yang berupa seperangkat rencana dan pengaturan tujuan, isi, cara dan bahan pelajaran. Tujuan tertentu ini meliputi tuuan pendidikan nasional yang memperhatikan kekhasan, kondisi, dan potensi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Hal tersebut mengamanatkan kurikulum disusun oleh satuan pendidikan sehingga memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada.
Kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu yang berupa seperangkat rencana dan pengaturan tujuan, isi, cara dan bahan pelajaran. Tujuan tertentu ini meliputi tuuan pendidikan nasional yang memperhatikan kekhasan, kondisi, dan potensi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Hal tersebut mengamanatkan kurikulum disusun oleh satuan pendidikan sehingga memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada.
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah mengembangkan standar isi dan standar kompetensi lulusan yang merupakan acuan pokok bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Kedua acuan pokok dalam menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut telah mulai diberlakukan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetnsi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan juga Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 tahun 2006.
Berkaitan dengan hal tersebut, SMKN 39 Jakarta mengadakan Studi Banding ke SMKN1 Singosari dalam mencapai sebuah sekolah berstandar Nasional dan Internasioanal. Pada waktu yang bersamaan dewan guru SMKN 39 juga mengadakan In House Training (IHT)
Materi yang dibahas dalam IHT tersebut adalah : Sekolah Bertaraf Nasional, Sosialisasi KTSP, dan Penrapan IT dalam administrasi Sekolah. Peserta yang akan ikut sebanyak 65 orang yang dipimpin oleh Kepala SMKN 39, Drs. H. Kisroi.
Entry Filed under: Pendidikan. .
43 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
Dedi Dwitagama | 7 Januari 2007 at 1:32 am
Selamat, semoga 39 bisa segera jadi standar Internasional … posting dg panorama bromo ya … ha ha ha
2.
saifuladi | 8 Januari 2007 at 5:12 am
Thank i ll do
3.
cahya | 13 Januari 2007 at 1:53 am
Mas kuliah di kependidikan yah???
4.
Rara | 2 Maret 2007 at 3:09 am
Tolong minta bantuan tentang kelebihan dan kekurangan dengan adanya perubahan kurikulum
5.
sugeng muliyanto | 16 Maret 2007 at 9:59 am
Menurut pendapat saya untuk uji coba sebuah kurikulum yang
sudah ditata rapi memerlukan waktu yang cukup lama, paling
tidak membutuhkan waktu 5 tahun.
6.
sugeng muliyanto | 16 Maret 2007 at 10:08 am
Menurut pendapat saya untuk uji coba sebuah kurikulum yang
sudah ditata rapi memerlukan waktu yang cukup lama, paling
tidak 5 tahun. Guru menjadi bingung dalam satu tahun kurikulum sudah berganti 3 kali seakan-akan guru menjadi korban peneliti. Semestinya guru sebagai praktisi pendidikan hendaknya diikut sertakan dalam penyusunan kurikulum tidak hanya berupa dokma yang harus dilaksanakan begitu saja.
.
7.
Tri purwanti | 28 Maret 2007 at 8:34 am
tolong dijelasin bagaimana sih sistem kurikulum KTSP itu?apa ada perbedaan dengan kurikulum yang lain?????terima kasih
8.
Diding Fahrudin | 20 April 2007 at 11:35 am
Saya setuju kurikulum itu penting, tetapi teman-teman pengajar sangat terbebani dengan perubahan ini. Di Jakarta, dulu sewaktu kurikulum berrbasis kompetensi sedang in, banyak sekolah favorit tergiur dengan yang in itu. Akhirnya mengubah dan ikut-ikutan, welehweleh, soal ujian koq lain banget. Sekolah-sekolah favorit itu menyesal karena banyak yang nilainya jeblokkkkk.
Diding
9.
sofyan | 24 April 2007 at 5:29 am
ya semoga saja ini buat sitem pendidikan kita semakin maju!tapi yang saya harapkan meskipun kurikulum kita berubah setiap saat tetapi indikator untuk meluluskan siswa masih menggunakan 3 mata pelajaran, lebih baik masuk paket C saja dari pada lama-lama sekolah 3 tahun!!!!!
10.
byhq_alanawa | 23 Mei 2007 at 7:41 am
taia, babia, monyetia, anjingia, memekia, pleria, kontolia………..
8 CP ngepetssssssssssssssssssss
11.
orchida | 24 Mei 2007 at 5:53 am
kurikulum seolah-olah menjadi proyek yah!!? kasian kan murid-murid dijadikan kelinci percobaan. guru juga jadi bingung sebenarnya mau dibawa kemana pendidikan kita. kurikulum yang satu belum selesai udah ganti lagi. bagaimana bisa kita melihat perubahannya?!lagipula perubahan itu butuh proses!!?
12.
orchida | 24 Mei 2007 at 5:58 am
tambahan pendidikan kita jadi ga konsisten. disatu sisi mereka mengelu-elukan KTSP yang katanya kontekstual learning, tapi kok UAN masih ada ya? masa sih nasib murid hanya ditentukan pada satu hari!!kayaknya para pendidik disekolah lebih tau deh bagaimana murid tersebut?!jadi menurut saya UAN DIHAPUS!!!
13.
Jaswadi | 25 Juli 2007 at 4:42 am
Untuk memeningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia, Kenapa hampir tiap 3 tahun sekali harus ganti kurikulum? yang sebenarnya malah membuat dewan guru dan para pengajar jadi tambah bingung,Sedangkan Kurikulum yang lama saja belum terlaksana
dengan baik. Ada apa dibalik perubahan kurikulum?
Menurut saya bila terlalu sering memgganti kuikulum malah membuat kualitas pendidikan merosot, Karena biaya pendidikan akan banyak terkuras hanya untuk seminar kurikulum.
14.
lhina | 31 Juli 2007 at 6:47 am
salam kenal dari kami
kami masih mencari rpp bahasa inggris
bisa kirim rpp bahasa inggris ke kami
15.
Sismanto | 24 Agustus 2007 at 12:11 am
Suatu program pembelajaran akan dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan apabila direncanakan dengan baik. Ditengarai ada tiga hal yang menjadi perhatian banyak pihak dalam kegiatan pembelajaran. materi apa yang akan diajarkan, bagaimana cara mengajarkan serta bagaimana cara mengetahui bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif.
Pertama, Kurikulum Tingkat Satuan Pendiidkan dirancang untuk dapat menghasilkan lulusan yang kompeten memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan tiga hal pokok dalam pembelajaran.
Kurikulum IPA pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga dirancang sebagai pembelajaran yang berdimensi kompetensi. Sebab, IPA memegang peranan penting sebagai dasar pengetahuan untuk mengungkap bagaimana fenomena alam terjadi. Dengan begitu, IPA menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai bagian dari pengetahuan yang harus dimiliki memasuki era informasi dan teknologi. IPA sekaligus memberi kontribusi besar bagi pengetahuan yang terkait dengan isu-isu global dan mutakhir
Standar kompetensi IPA untuk lulusan SMP dirumuskan dengan mempertimbangkan standar kompetensi yang telah dikuasai lulusan sekolah dasar dan juga tingkat perkembangan mental peserta didik SMP. Pengembangan kurikulum IPA merespon secara proaktif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta tuntutan desentralisasi. ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi program pembelajaran dengan keadaan dan kebutuhan setempat.
Lebih lanjut, IPA umumnya memiliki peran penting dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya di dalam menghasilkan peserta didik yang berkualitas, yaitu manusia yang mampu berfikir kritis, kreatif, logis dan berinisiatif dalam menanggapi isu di masyarakat yang diakibatkan oleh dampak perkembangan IPA dan teknologi. Sehingga pengembangan kemampuan peserta didik dalam bidang IPA merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dunia memasuki era teknologi informasi.
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendiidkan (KTSP) pokok pembelajaran IPA memiliki materi yang memuat kajian dimensi objek, tingkat organisasi objek dan tema atau persoalan aspek fisis, kimia dan biologi. Pada aspek biologi, IPA mengkaji berbagai persoalan yang berkait dengan berbagai fenomena pada makhluk hidup berbagai tingkat organisasi kehidupan dan interaksinya dengan faktor lingkungan. Untuk aspek fisis, IPA memfokuskan diri pada benda tak hidup. Untuk aspek kimia, IPA mengkaji berbagai fenomena atau gejala kimia baik pada makhluk hidup maupun benda tak hidup yang ada di alam semesta.
Meminjam bahasanya Bentley dan Watts bahawa Pengajaran IPA dikembangkan berdasarkan persoalan atau tema IPA untuk dapat dikaji dari aspek kemampuan peserta didik yang mencakup aspek mengkomunikasikan konsep secara ilmiah, aspek pengembangan konsep dasar IPA, dan pengembangan kesadaran IPA dalam konteks ekonomi dan social . Konsep pembelajaran IPA tersebut berarti mengandung seluruh aspek yang berhubungan dengan pengetahuan untuk dapat menanggapi isu lokal, nasional, kawasan, dunia, sosial, ekonomi, lingkungan dan etika, serta menilai secara kritis perkembangan dalam bidang IPA dan teknologi serta dampaknya.
Agar peserta didik SMP dapat mempelajari IPA dengan benar, maka IPA harus dikenalkan secara utuh, baik menyangkut objek, persoalan, maupun tingkat organisasi dari benda-benda yang ada di dalam alam semesta. Dengan begitu agar peserta didik SMP dapat mengenal kebulatan IPA sebagai ilmu, maka seluruh tema dan persoalan IPA pada berbagai jenis objek dan tingkat organisasinya hendaknya kajiannya luas memenuhi keutuhannya. Dengan kata lain bahwa IPA sebagai mata pelajaran di SMP hendaknya diajarkan secara utuh atau terpadu, tidak dipisah-pisahkan antara biologi, fisika, kimia dan bumi antariksa.
Pada konteksnya IPA di SMP diajarkan dengan pemisahan antara biologi, fisika dan kimia. Ketidakutuhan konsep IPA dalam pembelajarannya sebagai ilmu yang mencakup aspek IPA, teknologi dan masyarakat tidak terlingkupi, juga secara psikologis berat bagi peserta didik SMP. Padahal, mengingat perkembangan mental peserta didik usia SMP oleh Piaget sebagian besar pada taraf transisi dan fase kongkrit ke fase operasi formal, maka diharapkan sudah mulai dilatih untuk mampu berpikir abstrak. Artinya, pembelajaran IPA di SMP secara utuh mengajak peserta didiknya untuk mulai ke arah berpikir abstrak dengan mengenalkan IPA secara utuh dengan harapan muncul upaya penyelidikan-penyelidikan ilmiah.
Menjadikan materi IPA di SMP secara terpadu seperti yang digariskan oleh Kurikulum KTSP semata untuk merespon pertanyaan kritis mengenai materi IPA sebelumnya yang hanya menekankan pada “subject matter oriented program”. Sehingga, materi IPA kurikulum KTSP untuk SMP didesain untuk menjawab persoalan-persoalan pada masalah-masalah global. Sayangnya, sistem pendidikan nasional secara nyata sampai saat ini belum melahirkan secara khusus guru IPA, melainkan menghasilkan guru biologi, kimia dan fisika. Untuk itulah IPA di SMP diajarkan secara terpisah sekaligus mengakomodasi keberadaan guru biologi dan fisika.
Implementasi Pembelajaran IPA
Landasan filosofis pembelajaran IPA terpadu ialah filsafat pendidikan Progresivisme yang dikembangkan oleh para ahli pendidikan seperti John Dewey, William Kilpatrick, George Count, dan Harold Rugg diawal abad 20 . Progresvisme merupakan pendidikan yang berpusat pada siswa dan memberi penekanan lebih besar pada kreativitas, aktivitas, belajar “naturalistik”, hasil belajar “dunia nyata” dan juga pengalaman teman sebaya.
Pembelajaran IPA terpadu merupakan konsep pembelajaran IPA dengan situasi lebih alami dan situasi dunia nyata, serta mendorong siswa membuat hubungan antar cabang IPA dan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari hari. Pembelajaran IPA terpadu merupakan pembelajaran bermakna yang memungkinkan siswa menerapkan konsep-konsep IPA dan berpikir tingkat tinggi dan memungkinkan mendorong siswa peduli dan tanggap terhadap lingkungan dan budayanya.
Dalam pembelajaran IPA hendaknya guru dapat merancang dan mempersiapkan suatu pembelajaran dengan memotivasi awal sehingga dapat menimbulkan suatu pertanyaan. Dengan begitu, guru yang bertugas dapat mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa dalam melaksanakan pembelajaran berdasarkan inkuari. Ciri utama pembelajaran IPA adalah dimulai dengan pertanyaan atau masalah dilanjutkan dengan arahan guru menggali informasi, mengkonfirmasikan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki dan mengarahkan pada tujuan apa yang belum dan harus diketahui. Jadi terlihat bahwa siswa akan dapat menemukan sendiri jawaban dari masalah atau pertanyaan yang timbul diawal pembelajaran. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak dengan jalan mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi dengan jalan menemukan dan menggeneralisasi sendiri sebagai hasil kemandiriannya.
Dengan begitu, untuk pembelajaran IPA hendaknya dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil yang anggotanya heterogen, untuk dapat bekerja sama, saling berinteraksi dan mendiskusikan hasil secara bersama sama, saling menghargai pendapat teman, sampai dapat memutuskan kesimpulan yang disepakati bersama.
Beberapa model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran antara lain adalah: model pembelajaran langsung, model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran berdasarkan masalah, dan sebagainya.
16.
rahma | 31 Agustus 2007 at 5:12 am
metode apa yang efektif dilakukan dalam pelajaran bahasa inggris pada kurikulum tingkat satuan pembelajaran ini?
17.
budi | 31 Agustus 2007 at 5:14 am
tolong kirim rpp bahasa inggris untuk ktsp ke email riaxa_nipah@yahoo.com…thanks…
18.
Moh. Sukardi | 3 September 2007 at 8:09 am
tolong kirim RPP SD Lengkap ke email ini ( moh.sukardi@yahoo.co.id
19.
farid mashudi | 13 September 2007 at 2:41 am
tolong kirim RPP IPA SMP
20.
farid mashudi | 13 September 2007 at 2:42 am
tolong kirim RPP IPA SMPke email ( farid_mas@plasa.com )
21.
adi | 18 September 2007 at 10:04 am
dengan seringnya pemerintah ganti-ganti kurikulum, hanya membuat guru dan murid jadi korban penelitian. ini hanya merupakan permainan proyek orang-orang atas….
seharusnya program kurikulum itu dicoba minimal 5 tahun, setelah itu dianalisa. kalau sering dianalisa tanpa ada solusi, bagaimana majunya nanti bangsa ini….
22.
agustaman | 20 September 2007 at 4:12 am
saya mencari-cari rpp ipa smp, beberapa alamat dituju tapi kebanyakan tidak ada isinya. tolong melalui alamat blog ini kirimi saya rpp tersebut. sebelumnya terima kasih berat.
23.
deden | 20 September 2007 at 5:24 am
saya minta modul kkpi yang lengkap
24.
robby ks | 7 Oktober 2007 at 6:53 am
saya yakin tiap sekolah memiliki karakter yang berbeda, so lebih baik buat rpp sendiri sesuai dgn kondisi sekolahnya.
25.
Mulyono | 19 Oktober 2007 at 10:59 am
tollong kirimkan rpp ipa sd
26.
Mulyono | 19 Oktober 2007 at 11:00 am
tolong kirimkan rpp sd ke : (j_ko_ah@yahoo.com)
27.
Mega | 1 November 2007 at 5:42 am
Tolong kirim KTSP untuk Bahasa Inggris ke egha2cantik@yahoo.com. please…………..
28.
samsul arifin | 1 November 2007 at 8:38 am
tolong di kirimkan ktsp smp biologi ke ifan_syam@yahoo.co.id
29.
ABU MIQDAD | 2 November 2007 at 7:46 am
tolong dong… ana perlu rpp ipa kelas 7 8 dan 9 yang lengkap atau kalau gak.. dimana ana bisa dapatin…terimakasih buannyak…. eh ke email ini yah… mqdd_has73@yahoo.com
30.
bahtra | 4 November 2007 at 1:37 pm
tolong kirimkan RPP kelas 4 SD semua mata pelajaran, tolong secepatnya y… karena penting kali neh…, kalau bisa sekarang juga y… terima kasih
31.
marini | 10 November 2007 at 1:21 am
halo sobat2 dimana aja kau berada, tolong kirimi ke emailqu dong contoh silabus, rpp to prangkat pembelajaran biologi smp untuk kelas semuanya dan kalo bisa secepatnya sekarang juga bagus banget yach…..yach. tmks
32.
leowaldi | 13 November 2007 at 7:44 am
mbok ya mbuat sendiri, mosok rpp suruh mbuatin katanya dah kateespe, lama terbelenggu, setelah bebas malah jadi bingung ya? kamu belum bebas….s…ss..s..s…
33.
rohmadi | 2 Februari 2008 at 5:18 am
tolong kirimi saya rpp ipa smp ke nurrohmadi@telkom.net
34. tugasnya lutfi « Sofyanmadina’s Weblog | 30 Maret 2008 at 2:31 pm
[...] Kurikulum, KTSP, Studi Banding & IHT « Saiful Adi [...]
35.
Triana | 7 April 2008 at 8:07 am
Tolong kirim kurikulum pendidikan biologi SMP/MTs. di Indonesia, Jepang, Singapura.
Terima kasih
36.
thania | 19 April 2008 at 12:50 pm
tolong dong kirim saya contoh rpp yang tematik untuk kls 1 2 3 ke email saya th_nia@yahoo.com
37.
adeta | 26 Mei 2008 at 8:30 am
bisa tolong dijelaskan tentang hubungan antara kurikulum dengan penetapan SKBM………………d3d3x_cilik@yahoo.com
38.
bagus | 15 September 2008 at 7:49 am
maaf pak, saya mau minta tolong, boleh ya . tolong kirimkan saya rpp, program semester, dan program tahunan untuk mapel biologi smp,
terima kasih ya pak .
39.
supedi | 20 Oktober 2008 at 2:12 pm
tolong saya dikirimi contoh silabus dan rpp IPA SD 1-6. klo ada contoh silabus dan rpp pembelajaran tematik kls 1-3. makasih
40.
yulius | 30 Oktober 2008 at 4:55 pm
tolong kirimkan saya kurikulum pendidikan biologi SMP/MTs. beserta silabusnya, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
41.
Mugis | 10 Januari 2009 at 1:07 pm
Apa sih ktsp itu?
42.
jundi | 12 Maret 2009 at 12:59 am
thanks tuk pembahasannya
43.
Joko priyono | 16 Agustus 2009 at 4:19 pm
Pak maaf tolong minta kirimkan Program Tahunan dan Program Semester untuk Mapel Biologi SMP ya!